MAKALAH FUNGI

Disusun Oleh:

Ani Rohayati
Fida Nurlaeli
Irma Priyatna
Miatun Natasya

FKIP/BIOLOGI 4B

FAKULTAS KEGURUAN dan ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PROF. DR. HAMKA
2010
A. PENDAHULUAN
Fungi adalah nama regnum dari sekelompok besar makhluk hidup eukariotik heterotrof yang mencerna makanannya di luar tubuh lalu menyerap molekul nutrisi ke dalam sel-selnya. Fungi memiliki bermacam-macam bentuk. Awam mengenal sebagian besar anggota Fungi sebagai jamur, kapang, khamir, atau ragi, meskipun seringkali yang dimaksud adalah penampilan luar yang tampak, bukan spesiesnya sendiri. Kesulitan dalam mengenal fungi sedikit banyak disebabkan adanya pergiliran keturunan yang memiliki penampilan yang sama sekali berbeda (ingat metamorfosis pada serangga atau katak). Fungi memperbanyak diri secara seksual dan aseksual. Perbanyakan seksual dengan cara :dua hifa dari jamur berbeda melebur lalu membentuk zigot lalu zigot tumbuh menjadi tubuh buah, sedangkan perbanyakan aseksual dengan cara : membentuk spora, bertunas atau fragmentasi hifa. Jamur memiliki kotak spora yang disebut sporangium. Di dalam sporangium terdapat spora. Contoh jamur yang membentuk spora adalah Rhizopus. Contoh jamur yang membentuk tunas adalah Saccharomyces. Hifa jamur dapat terpurus dan setiap fragmen dapat tumbuh menjadi tubuh buah. Ilmu yang mempelajari fungi disebut mikologi. Posisi fungi dalam taksonomi Fungi dulu dikelompokkan sebagai tumbuhan. Dalam perkembangannya, fungi dipisahkan dari tumbuhan karena banyak hal yang berbeda. Fungi bukan autotrof seperti tumbuhan melainkan heterotrof sehingga lebih dekat ke hewan. Usaha menyatukan fungi dengan hewan pada golongan yang sama juga gagal karena fungi mencerna makanannya di luar tubuh (eksternal), tidak seperti hewan yang mencerna secara internal. Selain itu, sel-sel fungi berdinding sel yang tersusun dari kitin, tidak seperti sel hewan.

B. CIRI-CIRI UMUM
Organisme yang termasuk dalam kelompok jamur, anggotanya mempunyai cirri-ciri umum sebagai berikut :
1. Uniseluler (bersel satu) atau multi seluler (benang-benang halus), tubuhnya terseususn atas hifa (jalinan benang-benang halus).
2. Eukaryotik (mempunyai membrane inti).
3. Tidak mempunyai klorofil sehingga bersifat heterotrof, yaitu secara saproftik, parastik, dan simbiosis.
4. Dinding selnya tersusun atas zat kitin.
5. Cadangan makanan tersimpan dalam bentuk glikogen danprotein.
6. Pencernannya berlangsung secara ekstraseluler, di mana makanan sebelum diserap disederhanakan terlebih dahulu oleh enzim extraseluler yang dikeluarkan dari hifa jamur.
7. Memiliki keturunan yang bersifat haplopid lebih singkat.
8. Reproduksi jamur uniseluler dilakukan secara aseksual dengan membentuk spora. Jamur multiseluler secara aseksual dengan cara memutuskan benang hifa (fragmentasi), membentuk zoozpora, endospora, dan konodia. sedanghkan secara seksual melalui peleburan inti jantan dan inti betina sehingga dihasilkan spora askus atau basidium.
C. KLASIFIKASI JAMUR
Berdasarkan Cara reproduksi secara genratif, jamur dapat dibagi menjadi 5 kelas, yaitu Oomycotina,Zygomycotina,Ascomycotina,Basidiomycotina,danDeutromycotina.
1. Oomycotina
Ciri-ciri Oomycotina antara lain:
1. Hifa tidak bersekat.
2. Berkembangbiak secara seksual melalui pembentukan zoospora hasil peleburan gamet jantan dan gamet betina.
3. Berkembangbiak secara aseksual dengan membentuk spora berflagel yang disebut zoospora.
Contoh spesiesnya: Phytoptora menyerang tanaman kentang , tembakau , kelapa, tembakau , kelapa, Pythium membuat rebah semai pada tanaman dengan menyerang akar dan Saprolegnia menyerang kulit ikan

2. Zygomycotina
Jamur kelompok ini dinamakan zygomycotina karena dalam reproduksi generatifnya menghasilkan zigot di dalamzigospora. Adapun ciri-cirinya adalah sebagai berikut:
1. Hifa tidak bersekat.
2. Hidup di darat, di atas tanah, atau pada tumbuhan dan hewan yang telah membusuk.
3. Ciri khas dari kelas ini ialah terbentuknya spora istirahat yang disebut zigospora yang terdapat dalam zigosporangium dan dihasilkan dari persatuan dua gametangia (kopulasi gametangium/gametangiogami).
4. Miselium terdiri dari hifa yang senositik.
Berkembangbiak:
• secara seksual melalui pembentukan zigospora sebagai hasil peleburan hifa (+) dan hifa (-) merupakan spora istirahat memiliki dinding tebal.
• Secara aseksual menggunakan spora dalam sporangium
5. Spora terdapat di sporangium yang dapat menghasilkan sekitar 50.000 spora.
Contohnya adalah
• Rhizopus Oligosporus
• Rhizopus Stolonifer
• Rhizopus nigricans
• Mucor mucedo

3. Ascomycotina
Jamur kelompok ini disebut Ascomycotina, karena dalam reproduksi generatifnya menghasilkan askospora. Adapun ciri-cirinya sebagai berikut:
1. Hifa bersekat.
2. Jamur yang ber-askus (kantung yang berbentuk gada, silinder atau bulat) dimana askus ini untuk pembentukan spora secara miosis , dengan produk sporanya disebut : askospora.
3. Askus-askus dapat terbentuk dalam suatu badan buah yang disebut askokarp.
Ada 4 macam tipe askokarp: 1. Apotesium 2. Peritesium 3. Kleistotesium 4. Askostroma.
4. Dinding sel mengandung glukan dan selulose, tidak mengandung khitin.
5. Bentuk ada yang uniseluler dan multiseluler.
6. Hidup ada yang bersifat parasit dan ada juga yang bersifat saprofit.
7. Reproduksi
• secara seksual secara oogami dengan membentuk spora yang dihasilkan dalam suatu kantung (askus) membentuk askospora berjumlah 8
• Reproduksi vegetatif dilakukan dengan fragmentasi, pembelahan sel, pembentukan tunas. Reproduksi aseksual dilakukan dengan pembentukan konidium membentuk konidiospora, yaitu spora yang dihasilkan secara berantai pada ujung suatu hifa.

Contohnya yaitu
• Aspergillus
• Penicillium
• Saccharomyces
• Neurospor
• Penicillium
• Higrophorus
• Morcella Deliciosa

4. Basidiomycotina
Jamur kelompok ini disebut Basidiomycotina karena dalam reproduksi generatifnya menghasilkan basidiofora. Adapun ciri-cirinya yaitu sebagai berikut:
1. Hifa bersekat.
2. Berkembangbiak secara seksual dengan membentuk basidiospora, yaitu spora yang dihasilkan pada basidium yang terdapat dibagian bawah bilah dari tudung , umumnya berjumlah 2 – 4 buah, berinti tunggal, secara aseksual dengan membentuk konidiospora, yaitu spora yang dihasilkan secara berantai pada ujung suatu hifa.
3. Berukuran besar (Makroskopis), walapun ada juga yang berukuran kecil (Mikroskopis).
4. Seluruh Basidium berkumpul membentuk suatu badan yang disebut Basidiokarp.
Contohnya : Pucinia graminae , Volvariella Volvacea(jamur erang), Ustilago maydis Auricularia polytricha (jamur kuping), Pleurotus ostreatus wild, Amanita palloides.

• Daur hidup Pucinia graminae.

5. Deuteromycotina
Jamur kelompok ini disebut jamur imperfecti (jamur tidak sempurna) atau deuteromycotina karena belum diketahui cara perkembang biakan seksualnya. Adapun ciri-cirinya adalah sebagai berikut:
1. Hifa bersekat.
2. Dinding selnya tersusun atas zat kitin.
3. Multiseluler.
4. Memiliki keturunan diploid lebih singkat.
5. Jamur ini biasa disebut jamur tidak sempurna atau Jamur Imperfectii karena reproduksinya hanya secara aseksual.
6. Berkembangbiak secara aseksual dengan fragmentasi atau dengan Konidium dengan membentuk konidiospora Perkembangbiakan seksual belum diketahui.
Contoh spesies:
• Mycosporium audoini, Trichophyton, Malassezia furfur, dan Epidermophyton penyebab penyakit kurap dan panu.
• Epidermophyton floocosum penyebab penyakit pada sela jari kaki.
• Scelothium rolfsii penyebab penyakit busuk pada tanaman.
• Helmintorosporium oryzae perusak kecambah dan buah.
• Fusarium

D. PERANAN JAMUR
Jamur sangat berperan dalam kehidupan manusia. Sebagian jenis jamur ada yang dapat dimakan sebagai sumber protein, lemak, dan glikogen. Beberapa jenis lainnya dapat dimanfaatkan dalam industry makanan dan minuman dengan melalui proses fermentasi. Di dalam ekosistem, jamur sangat berguna sebagai organisme decomposer (pengurai). jamur bersama bakteri berperan dalam menguraikan sampah organic hingga menjadi bentuk sederhana. Namun, beberapa jenis jamur ada yang dapat menyebabkan penyakit, baik pada tumbuhan, hewan, maupun manusia. Akibat serangan jamur, tidak sedikit kerugian yang ditimbulkannya terhadap hasil pertanian.
a. Menguntungkan :
Bidang industri makanan dan minuman :
• Rhizopus oryzae, jamur pada tempe
• Saccharomyces cerevisiae, pada tape, alkhohol dan roti
• Saccharomyces ovale, pada tape, alkohol dan roti.
• Saccharomyces sake, jamur pada sake
• Aspergillus wentii, pada pembuatan kecap
• Aspergillus oryzae, untuk tape
• Penicellium camemberti, untuk peembuatan keju
• Penicellium roqueforti, untuk pembuatan keju
• Volvariela volvacea, jamur merang.
Bidang kedokteran :
• Penicillium notatum, untuk antibiotik
• Penicillium chrysogenum, untuk antibiotik
Bidang pertanian :
• Jamur membantu mengembalikan kesuburan tanah , sebagai organisme pengurai.

b. Merugikan :
• Pada manusia : Aspergillus nidulans, Aspergillus niger. Keduanya menyebabkan penyakit pada telinga (otomikosis).
• Mycosporium audoini, Trichophyton, Malassezia furfur, dan Epidermophyton penyebab penyakit kurap dan panu.
• Epidermophyton floocosum penyebab penyakit pada sela jari kaki.
• Pada hewan : Aspergillus fumigatus, menyebabkan penyakit paru-paru burung (aspergilosis).
• Pada tanaman : Phytophthora infestan, penyakit pada kentang.
• Phytophthora nicotianae, penyakit pada tembakau.
• Phytophthora faberi, penyakit pada karet.
• Jamur penghasil racun :
• Aspergillus flavus, penghasil racun oflaktoksin.
Amanita phaloides, penghasil racun falin, yang dapat merusak sel darah merah.

DAFTAR PUSTAKA

http://ajo-ajosmester4.blogspot.com/2009/10/laporan-taksonomi.html
http://septiano.wordpress.com/
http://muzadration.blogspot.com/2009/11/bab-i-fungi-jamur-jamur-merupakan.html
http://biologigonz.blogspot.com/2009/12/kingdom-fungi.html

Advertisements