BAB   I

PENDAHULUAN

 

A.      Latar Belakang

                   Ilmu adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia. Segi-segi ini dibatasi agar dihasilkan rumusan-rumusan yang pasti. Ilmu memiliki syarat – syarat  yaitu : objektif, metodis, sistematis, dan universal. Dalam ilmu juga memiliki beberapa bidang keilmuan.

Pengetahuan adalah sebagai gejala yang ditemui dan diperoleh manusia melalui pengamatan akal. Pengetahuan muncul ketika seseorang menggunakan akal budinya untuk mengenali benda atau kejadian tertentu yang belum pernah dilihat atau dirasakan sebelumnya.

Pengetahuan memiliki berbagai jenis, yaitu pengetahuan empiris dan pengetahuan rasionalisme. Selain itu, juga terdapat faktor – faktor pengetahuan yakni pendidikan, media dan informasi. Dipengetahuan terdapat dua aspek yang berbeda ialah hal – hal yang diperoleh dan realitas yang terus berubah.

                        Penelitian adalah usaha pemecahan masalah berdasarkan fakta-fakta atau prinsip-prinsip (menemukan, mengumpulkan, mengembangkan, menganalisis dan menguji kebenaran). Dikerjakan dengan hati-hati, sistematis dan berdasarkan ilmu pengetahuan dengan metode ilmiah. Pada penelitian juga terdapat metode ilmiah, aspek – aspek penelitian, dan jenis -jenis penelitian.

Unsur penting dalam penelitian adalah :

–       Observasi merupakan pengamatan/pengukuran terhadap fakta.

–       Nalar  memaknai fakta dan hubungan antar fakta.

 

BAB   II

PEMBAHASAN

 

 

A.     Ilmu

Ilmu adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia. Segi-segi ini dibatasi agar dihasilkan rumusan-rumusan yang pasti. Ilmu memberikan kepastian dengan membatasi lingkup pandangannya, dan kepastian ilmu-ilmu diperoleh dari keterbatasannya.

Ilmu bukan sekedar pengetahuan, tetapi merangkum sekumpulan pengetahuan berdasarkan teori-teori yang disepakati dan dapat secara sistematik diuji dengan seperangkat metode yang diakui dalam bidang ilmu tertentu. Dipandang dari sudut filsafat, ilmu terbentuk karena manusia berusaha berfikir lebih jauh mengenai pengetahuan yang dimilikinya. Ilmu pengetahuan adalah produk dari epistemologi.

Contoh: Ilmu Alam hanya bisa menjadi pasti setelah lapangannya dibatasi ke dalam hal yang bahani (materiil saja) atau ilmu psikologi hanya bisa meramalkan perilaku manusia jika membatasi lingkup pandangannya ke dalam segi umum dari perilaku manusia yang kongkrit. Berkenaan dengan contoh ini, ilmu-ilmu alam menjawab pertanyaan tentang berapa jauhnya matahari dari bumi.

1.   Secara Etimologi

Kata ilmu dalam bahasa Arab “ilm” yang berarti memahami, mengerti, atau mengetahui. Dalam kaitan penyerapan katanya, ilmu pengetahuan dapat berarti memahami suatu pengetahuan, dan ilmu sosial dapat berarti mengetahui masalah-masalah sosial, dan lain sebagainya.

2.   Syarat-syarat ilmu

Berbeda dengan pengetahuan, ilmu merupakan pengetahuan khusus, mengetahui apa penyebab sesuatu dan mengapa. Sifat ilmiah sebagai persyaratan ilmu :

1.  Objektif, ilmu harus memiliki objek kajian yang terdiri dari satu golongan masalah yang sama sifat hakikatnya, tampak dari luar maupun bentuknya dari dalam. Objeknya dapat bersifat ada, atau mungkin ada karena masih harus diuji keberadaannya. Dalam mengkaji objek, yang dicari adalah kebenaran, yakni persesuaian antara tahu dengan objek, dan karenanya disebut kebenaran objektif; bukan subjektif berdasarkan subjek peneliti atau subjek penunjang penelitian.

  1. Metodis adalah upaya-upaya yang dilakukan untuk meminimalisasi kemungkinan terjadinya penyimpangan dalam mencari kebenaran. Konsekuensi dari upaya ini adalah harus terdapat cara tertentu untuk menjamin kepastian kebenaran. Metodis berasal dari kata Yunani “Metodos” yang berarti: cara, jalan. Secara umum metodis berarti metode tertentu yang digunakan dan umumnya merujuk pada metode ilmiah.
  2. Sistematis, dalam perjalanannya mencoba mengetahui dan menjelaskan suatu objek, ilmu harus terurai dan terumuskan dalam hubungan yang teratur dan logis sehingga membentuk suatu sistem yang berarti secara utuh, menyeluruh, terpadu , mampu menjelaskan rangkaian sebab akibat menyangkut objeknya. Pengetahuan yang tersusun secara sistematis dalam rangkaian sebab akibat merupakan syarat ilmu yang ketiga.
  3. Universal, kebenaran yang hendak dicapai adalah kebenaran universal yang bersifat umum (tidak bersifat tertentu). Contoh: semua segitiga bersudut 180º. Karenanya universal merupakan syarat ilmu yang keempat. Belakangan ilmu-ilmu sosial menyadari kadar ke-umum-an (universal) yang dikandungnya berbeda dengan ilmu-ilmu alam mengingat objeknya adalah tindakan manusia. Karena itu untuk mencapai tingkat universalitas dalam ilmu-ilmu sosial, harus tersedia konteks dan tertentu pula.

3.  Bidang-bidang keilmuan

a.    Ilmu alam

–       Fisika

–  Biologi

–  Kimia

b.  Ilmu bumi

– Geografi

Geologi

c.  Ilmu sosial

–  Antropologi

–  Ekonomi

–  Ilmu politik

–  Linguistik (Ilmu bahasa)

–  Psikologi

–  Sosiologi

–  Hukum

  1. Ilmu terapan

–   Ilmu Komputer

–   Informatika

  1. Ilmu rekayasa

–   Ilmu Biomedik

–   Ilmu pertanian

4.  Ilmu menurut para ahli:

Ashley Montagu menyebutkan bahwa ilmu pengetahuan adalah pengetahuan yang disusun dalam suatu system yang berasal dari pengamatan, studi dan pengalaman untuk menentukan hakikat dan prinsip hal yang sedang dipelajari.

Harold H. titus mendefinisikan “Ilmu diartikan sebagai sesuatu yang diatur dan diorganisasikan, mengadakan pendekatan terhadap benda-benda atau peristiwa-peristiwa dengan menggunakan metode-metode observasi yang teliti dan kritis).

Dr. Mohammad Hatta mendefinisikan “Tiap-tiap ilmu pengetahuan yang teratur tentang pekerjaan kausal dalam satu golongan masalah yang sama tabiatnya, baik menurut kedudukannya tampak dari luar maupun menurut bangunannya dari dalam.”

Drs. H. Ali As’ad dalam buku Ta’limul Muta’allim menafsirkan ilmu sebagai : “Ilmu adalah suatu sifat yang kalau dimiliki oleh seorang maka menjadi jelaslah apa yang terlintas di dalam pengertiannya”.

5.  Ilmu menurut kelompok kami :

“Ilmu adalah suatu usaha manusia yang dilakukan untuk mencari tahu tentang keraguan yang harus dibuktikan kebenarannya.” Atau “ilmu adalah catatan manusia tentang alam semesta.”

B.      Pengetahuan

Pengetahuan adalah informasi atau maklumat yang diketahui atau disadari oleh seseorang. Pengetahuan termasuk, tetapi tidak dibatasi pada deskripsi, hipotesis, konsep, teori, prinsip dan prosedur yang benar atau berguna.

Dalam pengertian lain, pengetahuan adalah sebagai gejala yang ditemui dan diperoleh manusia melalui pengamatan akal. Pengetahuan muncul ketika seseorang menggunakan akal budinya untuk mengenali benda atau kejadian tertentu yang belum pernah dilihat atau dirasakan sebelumnya. Misalnya ketika seseorang mencicipi masakan yang baru dikenalnya, ia akan mendapatkan pengetahuan tentang bentuk, rasa, dan aroma masakan tersebut.

1.  Macam – macampengetahuan

     a.       Pengetahuan empiris

Pengetahuan yang lebih menekankan pengamatan dan pengalaman inderawi dikenal sebagai pengetahuan empiris atau pengetahuan aposteriori. Pengetahuan ini bisa didapatkan dengan melakukan pengamatan yang dilakukan secara empiris dan rasional. Pengetahuan empiris tersebut juga dapat berkembang menjadi pengetahuan deskriptif bila seseorang dapat melukiskan dan menggambarkan segala ciri, sifat, dan gejala yang ada pada objek empiris tersebut.

Pengetahuan empiris juga bisa didapatkan melalui pengalaman pribadi manusia yang terjadi berulangkali. Misalnya, seseorang yang sering dipilih untuk memimpin organisasi dengan sendirinya akan mendapatkan pengetahuan tentang manajemen organisasi.

b.    Pengetahuan rasionalisme

Pengetahuan rasionalisme adalah pengetahuan yang diperoleh melalui akal budi. Rasionalisme lebih menekankan pengetahuan yang bersifat apriori; tidak menekankan pada pengalaman. Misalnya pengetahuan tentang matematika. Dalam matematika, hasil 1 + 1 = 2 bukan didapatkan melalui pengalaman atau pengamatan empiris, melainkan melalui sebuah pemikiran logis akal budi.

2.  Faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan :

     a.    Pendidikan

Pendidikan adalah sebuah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok dan juga usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan, maka jelas dapat kita kerucutkan sebuah visi pendidikan yaitu mencerdaskan manusia.

b.    Media

Media yang secara khusus didesain untuk mencapai masyarakat yang sangat luas. Jadi contoh dari media massa ini adalah televisi, radio, koran, dan majalah.

c.    Informasi

Pengertian informasi menurut Oxford English Dictionary, adalah “that of which one is apprised or told: intelligence, news”. Kamus lain menyatakan bahwa informasi adalah sesuatu yang dapat diketahui, namun ada pula yang menekankan informasi sebagai transfer pengetahuan. Sedangkan informasi sendiri mencakup data, teks, gambar, suara, kode, program komputer, basis data. Adanya perbedaan definisi informasi dikarenakan pada hakekatnya informasi tidak dapat diuraikan (intangible), sedangkan informasi itu dijumpai dalam kehidupan sehari-hari, yang diperoleh dari data dan pengamatan terhadap dunia sekitar kita serta diteruskan melalui komunikasi.

3.  Pengetahuan menurut para ahli :

   Mohammad Adlany mengatakan “Pengetahuan adalah suatu keadaan yang hadir dikarenakan persentuhan kita dengan suatu perkara.” Keluasan dan kedalaman kehadiran kondisi-kondisi ini dalam pikiran dan jiwa kita sangat bergantung pada sejauh mana reaksi, pertemuan, persentuhan, dan hubungan kita dengan objek-objek eksternal. Walhasil, makrifat dan pengetahuan ialah suatu keyakinan yang kita miliki yang hadir dalam syarat-syarat tertentu dan terwujud karena terbentuknya hubungan-hubungan khusus antara subjek (yang mengetahui) dan objek (yang diketahui) dimana hubungan ini sama sekali kita tidak ragukan.

John Dewey menyamakan antara hakikat itu sendiri dan pengetahuan dan beranggapan bahwa pengetahuan itu merupakan hasil dan capaian dari suatu penelitian dan observasi. Menurutnya, pengetahuan seseorang terbentuk dari hubungan dan jalinan ia dengan realitas-realitas yang tetap dan yang senantiasa berubah.

4.  Dalam pengetahuan terdapat dua aspek yang berbeda, antara lain:

a. Hal-hal yang diperoleh. Pengetahuan seperti ini mencakup tradisi, keterampilan, informasi, dan akidah-akidah yang diyakini oleh seseorang dan diaplikasikan dalam semua kondisi dan dimensi penting kehidupan. Misalnya pengetahuan seseorang tentang sejarah negaranya dan pengetahuannya terhadap etika dan agama dimana pengetahuan-pengetahuan ini nantinya ia bisa aplikasikan dan menjadikannya sebagai dasar pembahasan.

b.  Realitas yang terus berubah. Sangat mungkin pengetahuan itu diasumsikan sebagai suatu realitas yang senantiasa berubah dimana perolehan itu tidak pernah berakhir. Pada kondisi ini, seseorang mengetahui secara khusus masalah yang beragam, kemudian ia membandingkan perkara tersebut satu sama lain dan memberikan pandangan atasnya, dengan demikian, ia menyiapkan dirinya untuk mendapatkan pengetahuan-pengetahuan baru yang lebih global.

5.  Pendapat mengenai pendefinisian pengetahuan, antara lain:

     a.  Pengetahuan itu tidak bisa didefinisikan, karena pengetahuan itu bersifat gamblang dan aksiomatik. Untuk menegaskan kegamblangan ilmu dan pengetahuan itu bisa berpijak pada beberapa hal:

–    Pengetahuan itu sendiri merupakan perkara-perkara kejiwaan dan kefitraan. Dan Setiap perkara kefitraan dan kejiwaan itu bersifat aksiomatik dan badihi.

–    Pengetahuan yang mutlak bersumber dari pengetahuan yang khusus dan terbatas seperti pengetahuan manusia pada wujudnya sendiri yang bersifat aksiomatik. Dan pengetahuan yang berasal dari hal-hal yang aksiomatik adalah juga bersifat aksiomatik dan gamblang.

–    Apabila pengetahuan itu bisa didefinisikan, maka akan berkonsekuensi pada kemustahilan pengetahuan manusia terhadap realitas bahwa “ia mengetahui sesuatu”, yakni pengetahuan manusia itu sendiri pertama-tama harus didefinisikan, barulah kemudian ia memahami bahwa dirinya memiliki pengetahuan terhadap sesuatu.

b.  Pengetahuan itu bisa didefinisikan, namun sangat sulit.

c.  Pengetahuan itu mudah didefinisikan. Sesungguhnya definisi hakiki pengetahuan adalah hal yang mustahil, karena pada hakikatnya pengetahuan itu identik dengan eksistensi dan wujud, dan eksistensi – sebagaimana diketahui dalam pembahasan ontologi – secara hakiki adalah mustahil untuk didefinisikan. Apabila pengetahuan itu bisa didefinisikan, maka sebenarnya bukanlah definisi yang hakiki.

6.  Pengetahuan menurut kelompok saya :

                      Pengetahuan adalah sesuatu yang diketahui manusia yang tidak dapat dibuktikan kebenarannya tetapi bersumber pada keyakinan.

C.      Penelitian

                        Penelitian adalah usaha pemecahan masalah berdasarkan fakta-fakta atau prinsip-prinsip (menemukan, mengumpulkan, mengembangkan, menganalisis dan menguji kebenaran). Dikerjakan dengan hati-hati, sistematis dan berdasarkan ilmu pengetahuan dengan metode ilmiah.

Unsur penting dalam penelitian adalah :

–       Observasi merupakan pengamatan/pengukuran terhadap fakta.

–       Nalar  memaknai fakta dan hubungan antar fakta.

Aktivitas dalam penelitian adalah :

–       Pengumpulan fakta.

–       Analisis dan sintesis.

–       Pengambilan keputusan.

 

1.  Metode ilmiah

              Metode ilmiah adalah cara menerapkan prinsip-prinsip logis terhadap penemuan, pengesahan dan penjelasan tentang suatu kebenaran.

Kriteria metode ilmiah :

–    Berdasarkan fakta (bukan kira-kira, khayalan, legenda).

–    Bebas dari prasangka (tidak subyektif).

–    Menggunakan prinsip-prinsip analisis (kausalitas & pemecahan masalah berdasarkan analisis yang logis).

–    Menggunakan hipotesis (sebagai pemandu jalan pikiran menuju pencapaian tujuan).

–    Menggunakan ukuran obyektif (bukan berdasarkan perasaan).

–    Menggunakan teknik kuantifikasi (nominal, rangking, rating).

–    Bersifat kritis, analistis, artinya metode menunjukkan adanya proses yang tepat untuk mengidentifikasi masalah dan menentukan metode untuk pemecahan masalah.

–    Bersifat logis, artinya dapat memberikan argumentasi ilmiah. Kesimpulan yang dibuat secara rasional berdasarkan bukti – bukti yang tersedia.

2.  Aspek-aspek dalam Penelitian

     a.  Aspek INPUT :

• Data Kuantitatif

• Data Kualitatif

• Landasan teori

b.  Aspek PROSES :

• Sistematis

• Terstruktur

• Koheren

• Pelaksanaan metode yang tepat

c.  Aspek HASIL :

• Pengungkapan kenyataan baru

• Pengembangan prinsip-prinsip untuk permasalahan baru

• Penemuan dan pengembangan prinsip-prinsip baru

• Penguasaan Iptek

d.  Aspek KUALIFIKASI :

• Originalitas masalah

• Originalitas prinsip yang dipakai

• Originalitas prinsip yang dihasilkan

• Keterpaduan dengan prinsip yang ada

• Pemilihan metode yang tepat

e.  Aspek PENELITI :

• Punya kompetensi

• Jujur

• Dapat bekerjasama

• Terbuka terhadap kritik dan saran

3.  Penelitian dikatakan “baik” jika :

     –    Tujuannya jelas.

     –    Dilakukan dengan hati-hati, cermat dan teliti.

     –    Rancangan metodologi yang cermat dan jelas.

     –    Mengembangkan hipotesis yang dapat diuji.

     –    Dapat diulang oleh peneliti lain sehingga dapat diuji validitas dan reliabilitasnya.

     –    Memiliki akurasi yang tinggi (dapat diterima).

     –    Obyektif, kesimpulan berdasarkan fakta

     –    Konsistensi istilah.

     –    Koherensi : terdapat keterkaitan antar bagian.

     –    Berimbang antara nilai manfaat dengan biaya.

4.  Jenis-jenis Penelitian :

     a.  Berdasarkan PENGGUNAAN HASIL :

1.  Penelitian DASAR :

• Menjawab rasa ingin tahu.

• Dalam rangka pengembangan ilmu.

• Tak langsung mempunyai kegunaan praktis.

2.  Penelitian TERAPAN :

• Untuk keperluan praktis tertentu

• Memperbaiki praktek-praktek yang ada, meningkatkan efektivitas dan efisiensi.

b.  Berdasarkan TUJUAN :

1.  Eksploratif :

• Menjawab hipotesis

• Mencari korelasi

• Inovasi (menemukan sesuatu yang baru)

2.  Pengembangan :

• Memperdalam pengetahuan

• Menerapkan teknologi

• Membuat prototype

3.  Verifikatif :

• Melakukan pengujian

• Studi perbandingan

c.  Berdasarkan Bidang Ilmu :

1.  Social science : ilmu sosial

2.  Natural science : ilmu alam

3.  Engineering : ilmu tekhnik

d.  Berdasarkan Tempat Penelitian :

1.  Laboratorium

2.  Lapangan

3.  Perpustakaan

e.  Berdasarkan Pendekatan :

1.  Longitudinal

2.  Cross-sectional

f.  Berdasarkan TARAF PENELITIAN :

1.  Penelitian deskriptif :

• Hanya menggambarkan keadaan obyek

• Analisis kualitatif

• Tanpa pengujian hipotesis

2.  Penelitian inferensial :

• Penarikan kesimpulan dengan pengujian hipotesis

g.  Penelitian Teoritis

Hanya menggunakan penalaran semata untuk  memperoleh kesimpulan penelitian. Misalnya : analytical approach. Dimulai dengan menyusun asumsi, logika berpikir dan praduga.

h.  Penelitian Eksperimental

Dilakukan dengan menciptakan fenomena pada kondisi terkendali, untuk menemukan hubungan sebab akibat dan pengaruh faktor-faktor pada kondisi tertentu.

i.   Penelitian Rekayasa

Penelitian yang menerapkan ilmu pengetahuan menjadi suatu rancangan, guna mendapatkan kinerja sesuai dengan persyaratan yang ditentukan. Rancangan tersebut merupakan sintesis yang dipadukan menjadi suatu model dengan spesifikasi tertentu.

j.   Penelitian Deduktif

Pendekatan deduktif dimulai dari keadaan umum (general) menuju ke hal-hal khusus (spesifik). Penelitian ini dimulai dengan dasar-dasar teori untuk menyusun suatu hipotesis. Dilanjutkan dengan observasi yang terkait dengan hipotesis. Pengujian hipotesis dengan data-data spesifik akan menjadi konfirmasi terhadap teori yang dibangun.

k.  Penelitian HISTORIS

Menerapkan metode pemecahan yang ilmiah dengan pendekatan historis. Proses penelitiannya meliputi pengumpulan dan penafsiran fenomena yang terjadi di masa lampau untuk menemukan generalisasi yang berguna untuk memahami, meramalkan atau mengendalikan fenomena. Penelitian historis dapat bersifat :

• Komparatif, yakni menunjukkan hubungan dari beberapa fenomena yang sejenis dengan menunjukkan persamaan dan perbedaannya.

• Bibliografis, yakni memberi gambaran menyeluruh tentang pendapat para ahli dengan menghimpun dokumen-dokumen terkait.

5.  Penelitian menurut para ahli :

                               Hilway, 1956 mendefinisikan suatu metode studi melalui penyelidikan yang hati-hati dan sempurna terhadap suatu masalah sehingga diperoleh pemecahan yang tepat terhadap masalah tersebut.

Woody, 1927 mengatakan Penelitian meliputi pemberian definisi dan redefinisi terhadap masalah, merumuskan hipotesis atau jawaban sementara, membuat kesimpulan dan sekurang-kurangnya mengadakan pengujian yang hati-hati atas semua kesimpulan untuk menentukan kecocokan dengan hipotesis.

Parson, 1946 mendefinisikan Pencarian atas sesuatu (inquiry) secara sistematis terhadap masalah-masalah yang dapat dipecahkan.

Depdiknas RI, mengatakan bahwa kerjasama ilmiah untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni dalam rangka memperoleh informasi/temuan/produk baru melalui metodologi yang berkaitan erat dengan satu atau beberapa disiplin ilmu.

6.  Penelitian menurut kelompok kami :

                        Penelitian adalah percobaan hati – hati dan kriis serta obyektif untuk menemukan sesuatu yang baru.

KESIMPULAN

 

Kekhususan ilmu dibandingkan pengetahuan terletak pada kemampuan manusia untuk menyadari pengetahuan yang diperolehnya secara spontan dan langsung itu serta membuatnya teratur dalam suatu sistem, sehingga bila orang lain menanyakan, ia bisa menerangkan dan mempertanggungjawabkan. Dengan perkataan lain, pengetahuan-pengetahuan yang telah ada dikumpulkan, lalu diatur dan disusun sehingga masuk akal dan bisa dimengerti orang lain.

Proses sistematisasi pengetahuan menjadi ilmu biasanya melalui tahap-tahap sebagai berikut:

1.Tahap perumusan pertanyaan sebaik mungkin.

2.Merancang hipotesis yang mendasar dan teruji

3.Menarik kesimpulan logis dari pengandaian-pengandaian.

4.Merancang teknik men-tes pengandaian-pengandaian.

5.Menguji teknik itu sendiri apakah memadai dan dapat diandalkan.

6.Tes itu sendiri dilaksanakan dan hasil-hasilnya ditafsirkan.

7.Menilai tuntutan kebenaran yang diajukan oleh pengandaian-pengandaian itu  serta menilai kekuatan teknik tadi.

8.Menetapkan luas bidang berlakunya pengandaian-pengandaian serta teknik dan merumuskan pertanyaan baru.

Ilmu adalah sistematisasi, metodis dan logis. Pengetahuan disistematisasikan menjadi ilmu bisa lewat induksi dan deduksi. Penelitian adalah penyaluran hasrat ingin tahu manusia dalam taraf keilmuan.

Fungsi penelitian adalah membantu manusia meningkatkan kemampuannya untuk menginterprestasikan fenomena-fenomena masyarakat yang kompleks dan kait-mengait sehingga fenomen itu mampu membantu memenuhi hasrat ingin manusia. Ciri berpikir ilmiah adalah skeptik, analitik, kritis. Ilmu pengetahuan mendorong teknologi, teknologi mendorong penelitian, penelitian menghasilkan ilmu pengetahuan baru. Ilmu pengetahuan baru mendorong teknologi baru.

DAFTAR PUSTAKA

http://id.wikipedia.org/wiki/Pengetahuan

http://www.scu.edu.au/schools/gem/ar/whatisar.html

http://www.socialresearchmethods.net

http://id.wikipedia.org/wiki/Ilmu