PRAKTIKUM 6
PERKECAMBAHAN BIJI SAGA

A. Waktu dan Tempat Percobaan
Hari/Tanggal : Jum’at, 24 Desember 2010
Waktu : 14.30 – 15.10 WIB
Tempat : Laboratorium Biologi UHAMKA

B. Tujuan Percobaan
Untuk mengetahui perkecambahan biji saga sesuai dengan masing-masing perlakuan yang diberikan sebelum memulai proses perkecambahan.

C. Alat dan Bahan
• Alat
1. Amplas.
2. Cawan petri 4 buah.
3. Tissue.
4. Lemari Es.
5. Gunting.
6. Label
7. Alat tulis
• Bahan
1. Biji saga 40 buah.
2. Air

D. Cara Kerja
1. Membuat tabel pengamatan.
2. Menyiapkan empat buah cawan petri.
3. Menyiapkan empat puluh buah biji saga.
4. Memberi label pada cawan petri untuk menandai cawan petri I, II, III, dan IV.
5. Melipat tissue menjadi empat lipatan dan digunting melingkar sesuai ukuran bagian dalam cawan petri.
6. Meletakkan tissue yang telah digunting ke dalam cawan petri dan meratakan bagiannya agar tidak ada bagian yang menggelembung.
7. Memisahkan biji saga tersebut menjadi tiga kelompok, sepuluh buah yang tidak diamplas, sepuluh buah yang direndam air mendidih, dan dua puluh bah yang diampelas.
8. Mengampelas kulit biji dari dua puluh buah biji saga hingga terlihat bagian putihnya.
9. Merendam sepuluh buah biji saga dalam air mendidih selama 4 menit.
10. Memasukkan sepuluh biji saga yang tidak diamplas ke dalam cawan I dan mengaturnya agar tidak saling berhimpitan, kemudian menuangkan 20 ml air ke dalam cawan tersebut.
11. Memasukkan sepuluh buah biji saga yang telah diampelas ke dalam cawan II dan mengaturnya agar tidak saling berhimpitan dan bagian yang diampelas yang terkena air, kemudian menuangkan 20 ml air ke dalam cawan tersebut.
12. Memasukkan sepuluh biji saga yang telah direndam dengan air mendidih ke dalam cawan III dan mengaturnya agar tidak saling berhimpitan, kemudian menuangkan 20 ml air ke dalam cawan tersebut.
13. Melakukan seperti cara kerja no. 11, yaitu memasukkan sepuluh biji saga yang telah diampelas dan menuangkan 20 ml air ke dalam cawan tersebut. Hanya saja untuk cawan IV ini disimpan di dalam lemari es.
14. Menyimpan cawan I, II, dan III di tempat gelap yang tidak terkena sinar matahari.
15. Mengamati perubahan-perubahan yang terjadi selama 1 minggu.
16. Mencatat hasil setelah 1 minggu penelitian.

Tabel Pengamatan
Cawan Keterangan

I ( 10 biji saga+20 ml air
II ( 10 biji saga diamplas+20 ml air
III ( 10 biji saga direndam+20 ml air )
IV ( 10 biji saga diamplas+20 ml air dalam lemari es )

E. Hasil dan Pembahasan
• Hasil
Cawan Keterangan

I ( 10 biji saga+20 ml air Tidak ada yang berkecambah, hanya 3 buah biji saga mengembang
II ( 10 biji saga diamplas+20 ml air Semua biji saga dalam cawan mengembang dan berkecambah
III ( 10 biji saga direndam+20 ml air ) 9 buah biji saga mengembang dan berkecambah, hanya 1buah yang tidak mengembang dan berkecambah
IV ( 10 biji saga diamplas+20 ml air dalam lemari es ) Semua biji saga dalam cawan mengembang

• Pembahasan
Pada percobaan kali ini, proses perkecambahan biji saga akan dilihat dari masing-masing perlakuan berbeda yang diberikan pada setiap cawan. Dari setiap cawan masing-masing diisi dengan 10 buah biji saga, untuk cawan II dan IV biji saga yang digunakan adalah biji saga yang telah diamplas kulit bijinya sehingga terlihat bagian yang berwarna putih hanya saja untuk cawan IV diberi perlakuan yang berbeda yaitu disimpan dalam lemari es, untuk cawan III biji saga yang digunakan adalah biji saga yang sebelumnya telah direndam air panas selama 4 menit, dan untuk cawan I biji saga yang digunakan adalah biji saga yang tidak diberi perlakuan khusus, dan tidak ada perlakuan khusus untuk air yang diberikan karena masing-masing dari cawan diisi 20 ml air.
Pada hari ke-4 sudah terlihat sedikit perbedaan antara masing-masing cawan. Hampir semua biji saga pada cawan mengembang, namun untuk cawan I hanya 3 biji saga yang mengembang dan cawan IV semuanya mengembang.. Kemudian pada hari ke-5 beberapa biji saga pada cawan II dan III sudah terlihat berkecambah, namun pada cawan I tidak ada perkembangan. Pada hari ke-8, seperti yang terlihat pada tabel pengamatan, pada cawan I yaitu cawan yang berisi 20 biji saga dan 20 ml air hanya 3 buah biji saga yang mengembang dan tidak ada yang berkecambah. Pada cawan II, yaitu cawan yang berisi 20 biji saga yang telah diamplas dan 20 ml air, semua biji saga mengembang dan berkecambah. Pada cawan III, yaitu cawan yang berisi 10 buah biji saga yang direndam air mendidih dan 20 ml air, 9 biji saga mengembang dan berkecambah dan hanya 1biji saga yang tidak. Kemudian pada cawan IV, yang memiliki perlakuan sama seperti cawan II hanya saja disimpan di dalam lemari es, semua biji saga mengembang.
Pada cawan yang berisi semua biji yang diamplas semua mengembang karena proses pengamplasan itu telah mengikis kulit biji yang keras sehingga lebih mudah dalam penyerapan air dalam proses imbibisinya, selain itu kecambah lebih mudah menembus ke luar, oleh karena itu, saat mengamplas kulit biji, semakin terlihat bagian putih dari biji saga tersebut semakin mudah biji saga tersebut berkecambah. Begitu juga dengan cawan yang berisi biji saga yang telah direndam air panas, karena untuk memulai suatu proses perkecambahan biji seharusnya direndam dulu dengan air panas agar air panas tersebut meresap ke dalam bagian inti biji melalui pori-pori biji sehingga merangsang perkecambahan. Selain itu, kacang yang telah direndam teksturnya menjadi lebih lunak sehingga lebih mudah berimbibisi. Pada cawan I, biji saga tidak diberikan perlakuan khusus seperti diamplas ataupun direndam, sehingga biji akan sulit berkecambah atau bahkan tidak bisa berkecambah. Pada cawan IV, semua biji seharusnya berkecambah, tetapi karena disimpan dalam lemari es maka proses perkecambahan menjadi lebih lama. Karena saat berkecambah, enzim dalam biji saga bekerja terus menerus namun temperatur yang di bawah normal dapat menghambat kerja enzim tersebut.
Berdasarkan hasil pengamatan tersebut dapat dilihat bahwa perlakuan yang diberikan pada masing-masing cawan dapat menjadi faktor yang memepengaruhi perkecambahan yang juga mempengaruhi kerja enzim yang terkandung dalam biji saga saat mengalami proses perkecambahan.

F. Kesimpulan
Biji saga dapat mengembang karena diberi perlakuan khusus seperti direndam dengan air mendidih dan diamplas. Biji saga yang terlebih dahulu direndam dengan air panas dapat berkecambah karena air panas tersebut telah membuat struktur biji saga menjadi lebih lunak sehingga lebih mudah berimbibisi. Sedangkan biji yang diamplas kulit bijimya terlebih dahulu dapat mudah berkecambah karena memudahkan kecambah untuk menembus keluar dan lebih mudah juga dalam berimbibisi. Selain itu, pengaruh suhu juga mempengaruhi kerja enzim yang terkandung dalam biji saga, karena kerja enzim akan menjadi lambat sehinga proses perkecambahan juga menjadi lambat tidak seperti yang di suhu normal. Hal ini menunjukkan bahwa perlakuan khusus yang diberikan pada biji saga tersebut dapat membantu proses perkecambahan biji saga.