Praktikum
Pengaruh Ekstrak Alang-alang (Imperata cylindria) Terhadap Perkecambahan

I. Waktu dan Tempat
Hari : Jumat
Tanggal : 7 Januari 2011
Waktu : 13.40 – 15.20 WIB
Tempat : Laboratorium Biologi Universitas Muhammadiyah Prof.Dr.Hamka

II. Tujuan
Mengetahui pengaruh ekstrak alang-alang terhadap perkecambahan biji jagung.

III. Alat dan Bahan
Alat : Bahan :
1. 4 buah Cawan petri 1. Air secukupnya.
2. Tissu 2. Biji jagung.
3. Gunting 3. Rhizoma alang-alang
4. Gelas ukur
5. Beaker glass
6. Pisau
7. Blender
8. Saringan
9. Timbangan (neraca digital).
10. Label
11. Alat tulis

IV. Cara Kerja
1. Mengambil 100 gram rhizoma alang-alang kemudian memotongnya kecil-kecil dengan menggunakan pisau.
2. Menambahkan 900 gram air pada rhizoma yang telah dipotong ke dalam blender.
3. Memblender rhizoma selama 15 menit, kemudian mendiamkannya selama 1 jam sambil sekali-sekali diaduk.
4. Menyaring rhizoma agar terpisah dengan bahan yang masih kasar.
5. Mendiamkan rhizoma selama beberapa jam.
6. Mengambil filtrat rhizoma yang telah didiamkan lalu membuat ekstrak rhizoma alang-alang dengan konsentrasi larutan 2.5%, 5%, dan 10% (w/w)
7. Menggunting tissu sesuai ukuran cawan petri lalu menaruhnya sebagai alas (media).
8. Menuangkan air/ekstrak alang-alang ke dalam cawan petri yang beralaskan tissue;
– Cawan 1  menambahkan air sebanyak 20 ml.
– Cawan 2  menambahkan ekstrak alang-alang 2.5% sebanyak 20 ml
– Cawan 3  menambahkan ekstrak alang-alang 5% sebanyak 20 ml
– Cawan 4  menambahkan ekstrak alang-alang 10% sebanyak 18 ml
9. Mengambil biji jagung sebanyak 40 biji.
10. Meletakkan 10 biji jagung pada masing-masing cawan petri
11. Memberi label pada cawan petri agar tidak tertukar.
12. Menyimpan cawan pada tempat yang gelap diamkan selama beberapa hari.
13. Mencatat perkembangan kecambah jagung dan mencatat hasil pengamatan dalam tabel.

V. Hasil dan Pembahasan
• Tabel Hasil Pengamatan Pertumbuhan Kecambah
Konsentrasi persen Tumbuh kecambah
( biji ) Tidak tumbuh kecambah
( biji )
0 %
2.5 %
5 %
10 % 6
2
1
1 4
8
9
9

Grafik Pertumbuhan Kecambah

• Pembahasan
Pada tabel di atas dapat diketahui bahwa pada konsentrasi 0% (hanya air) jagung dapat berkecambah sebanyak 6 biji. Pada konsentrasi 2.5% ekstrak alang-alang + air, jagung berkecambah sebayak 2 biji, sedangkan pada konsentrasi 5% dan 10% jagung hanya berkecambah 1 biji.
Jika melihat dalam grafik terlihat suatu garis menurun dari jumlah paling banyak hingga paling sedikit, ini menunjukkan bahwa semakin besar konsentrasi ekstrak alang-alang yang diberikan semakin sedikit jumlah biji jagung yang berkecambah. Jadi, perbedaan besarnya konsentrasi mempengaruhi banyaknya jumlah kecambah yang tumbuh. Ini dapat dilihat pada ekstrak alang-alang konsentrasi 2.5% dengan konsentrasi 5% (hanya 1 biji jagung yang berkecambah). Adanya perbedaan jumlah kecambah ini dapat terjadi karena ….
VI. Kesimpulan
• Ekstrak alang-alang dapat mempengaruhi perkecambahan pada jagung.
• Semakin besar konsentrasi ekstrak alang-alang semakin sedikit (kecil) jumlah perkecambahan pada jagung.
• Perbedaan konsentrasi pada suatu ekstrak dapat mempengaruhi pertumbuhan kecambah, (dalam hal ini konsentrasi ekstrak alang-alang rhizome terhadap pertumbuhan jagung).