MAMALIA METETHARIA

KANGURU MERAH ( Macropus rufus )

A. Pendahuluan

Kanguru adalah hewan mamalia yang memiliki kantung (marsupialia). Hewan ini termasuk hewan khas Australia. Kata kanguru diambil dari bahasa Aborigin gangguru. Kanguru adalah mamalia marsupial terbesar, yang digolongkan pada keluarga Makropodidae. Ia dapat meloncat dengan kaki belakang secara stabil dengan kecepatan 20-25 km per jam. Jika berjalan lamban, ekornya berfungsi sebagai kaki ketiga. Kebanyakan kanguru berjalan dengan kedua kaki bergerak bersamaan, bukan kiri kanan, kiri kanan. Ia pun bisa bertahan tanpa minum air selama berbulan-bulan karena memiliki kantong minuman. Ia adalah pemakan rumput dan dedaunan.

Spesies terbesar binatang kanguru, yaitu kanguru merah ( Macropus rufus ), dapat memiliki kepala hingga sebesar seekor biri-biri, dengan tinggi badan mencapai 7 kaki (210 cm). Sebenarnya di masa lampau pernah hidup spesies kanguru dengan ukuran lebih besar lagi. Dari penemuan fosil, tinggi spesies kanguru raksasa ini menjulang hingga 10 kaki (304 cm, setinggi ring basket), dengan kepala sebesar kuda poni Shetland. Tentu saja tidak semua kanguru berukuran raksasa. Ada jenis kanguru dalam bentuk miniatur, diantaranya adalah Musk Kangoroo, yang besarnya tidak lebih dari seekor kelinci.

Kanguru adalah satwa pemakan tumbuhan. Hewan ini hidup sesuai dengan namanya. Kanguru pohon hidup di atas pohon walaupun ia juga berada di tanah untuk mencari minum.

Kelompok ini juga biasa hidup di antara lebatnya hutan dan semak belukar. Bentuk ekor dari kanguru pohon agak panjang dan bulat serta berbulu lebat dari pangkal hingga ujung ekornya, sedangkan bentuk moncongnya lebih runcing dari bentuk moncong kanguru darat.

Pada kanguru darat kedua kaki depannya jauh lebih kecil dari kaki belakangnya, ekornya meruncing pada bagian ujung dan tidak berbulu. Moncongnya tidak terlalu runcing dan tidak berbulu seperti kanguru pohon. Cakarnya pun lebih kecil. Mungkin ini disesuaikan dengan kebutuhannya yang tidak perlu berpegangan pada dahan pohon seperti lau-lau.

Kanguru (hewan berkantung), mamalia yang memilki kandungan ganda, melahirkan anak yang perkembangannya masih sangat kurang lengkap dan juga ukurannya sangat kecil serta masih lama menempel pada puting induknya. kanguru, baik yang sekarang masih hidup maupun yang sudah menjadi fosil, tergolong infrakelas Metatheria yang bersama dengan Eutheria (mamalia sejati). Infra kelas mamalia yang masih hidup dan yang masih tersisa adalah Prototheria hanya mencangkup monotremata (hewan kloaka) atau mamalia (hewan menyusui) yang bertelur (platypus).

B. Klasifikasi

Kingdom : Animalia

Filum : Chordata

Kelas : Mammalia

Ordo : Marsupialia

Familia : Macropodidae

Genus : Macropus

Spesies : Macropus rufus

C. Ciri Umum

Kanguru Merah adalah hewan marsupial terbesar yang masih hidup. Apabila berdiri tingginya dapat mencapai lebih dari 2 meter dan bobotnya mencapai 90 kg. Kanguru jenis ini biasanya bergerak dalam kelompok besar. Mereka tidur di kala siang yang hawanya paling panas. Apabila tidak ada air, mereka akan mencari kelembaban dari tumbuhan hijau. Mereka juga hanya akan berkembangbiak apabila ada hujan dan tumbuh tanaman baru.

Kanguru mempunyai dua kaki belakang yang kuat, telapak kakinya yang besar didesain untuk meloncat. Kanguru biasa melompat dengan kecepatan 20-25 km/jam. Tapi mereka bisa melompat hingga kecepatannya menjadi 70 km/jam. Harapan hidup kanguru sekitar 9-18 tahun.

 Kelompok mammalia metatheria berkantung ( mammalia ) atau memiliki kandungan ganda ( Didelphia ).

 Masa kehamilan singkat ( 18-22 hari ) pada kanguru umumnya dan ( 33 hari ) pada Macropus rufus ( Kanguru merah ).

 Tinggi badan berkisar antara 2-3 meter dengan bobot tubuh mencapai 80-90 kg.

 Berjalan dengan cara melompat dengan kaki belakangnya dengan kecepatan 20-25 km/jam namun juga dapat mencapai 70km/jam.

 Dapat bertahan hidup sampai 9-18 tahun.

 Memiliki warna merah kecoklatan.

 Herbifora ( pemakan tumbuhan ).

 Tidak memiliki plasenta.

D. Fisiologi

• Struktur Tubuh Kanguru

Struktur tubuh kanguru terdiri atas bagian kepala, tubuh, dan ekor. Di bagian kepala terdapat sepasang mata, sepasang telinga, hidung, dan mulut. Di dalam mulut terdapat lidah dan gigi, dibidang ini ada beberapa perbedaan jelas antara kanguru dan mamalia lain. Mamalia masa kini berasal dari nenek moyang yang dimasing-masing belahan rahang atas memiliki lima gigi seri, satu gigi taring dan jumlah geraham palsu maupun sejati yang sama jadi rumus giginya adalah gigi atas 5.1.3.4., gigi bawah 4.1.3.4. dan seluruhnya lima puluh gigi. Sedangkan rumus gigi mamalia sejati pada bentuk primitif paling tinggi gigi atas 3.1.4.3.,i gigi bawah 3.1.4.3. dengan empat puluh empat gigi. Jadi kanguru dengan nenek moyangnya mempunyai lebih banyak gigi seri daripada mamalia sejati. Jumlah gigi geraham (palsu = premolar dan sejati = molar) semula pada kedua kelompok yang sama tetapi kanguru mempunyai tiga geraham palsu, sedangkan mamalia hanya mempunyai empat buah. kanguru mempunyai empat geraham sejati hanya memiliki tiga buah. Gigi seri berbentuk pahat atau kapak, sedangkan gigi taringnya tajam. Gigi-gigi palsu selalu berlainan, bentuknya juga biasanya lebih kecil dari yang sejati. Umumnya kanguru dapat dibagi atas dua kelompok besar yang didalam klasifikasi lebih lama terkadang disebut sebagai ordo tersendiri. Kelompok-kelompok ini adalah kanguru polyprotodont yang memiliki enam atau lebih gigi seri dalam setiap rahang, kanguru diprotodont yang mempunyai enam gigi seri dalam rahang atas dan dua gigi seri yang membesar, menjorok kedepan dibagian depan dalam rahang bawah.

Bagian tubuh terbagi menjadi bagian dorsal, ventral, dan lateral. Di bagian tubuh terdapat 2 pasang anggota gerak, anggota gerak bagian depan jauh lebih kecil dari anggota gerak bagian belakang. Anggota gerak bagian belakang kanguru memiliki telapak kaki yang dilengkapi otot-otot yang di desai khusus untuk melompat, oleh karena itu kanguru dapat melompat dengan sangat cepa. Di bagian ventral tubuh terdapat kantung, kantung mempunyai fungsi ganda, yaitu sebagai kandungan kedua dan sebagai tempat terdapatnya puting susu. Kantung yang berada di perut inilah yang merupakan keistimewaan kanguru, sehingga dimasukan dalam Ordo Marsupialia dalam kelompok Mammalia Metatheria walaupun ada juga beberapa spesies kanguru yang tidak memiliki kantung.

Di bagian ekor, terdapat ekor, lubang anus, dan organ reproduksi bagian luar. Ekor kanguru memiliki struktur yang kuat, berotot, ekor ini berguna untuk membantu pergerakan pada kanguru saat kanguru tidak sedang melompat.

• Cara Kanguru Bergerak

Kanguru merupakan hewan yang unik, dia bergerak dengan cara melompat, kanguru mampu melompat dengan kecepatan 20-25 km/jam ( kategori lambat ), 40-45 km/jam ( umumnya ), 70km/jam ( cepat ). Kanguru dapat melompat seperti itu karena didukung oleh struktur kaki terutama telapak kakinya yang dibentuk oleh otot tebal yang juga dapat memantul-mantul, selain bergerak kanguru juga bisa berlari dengan langkahan selang-seling kaki yang tidak menapak di tanah, jadi seolah-olah seperti melompat, jika sedang berjalan seperti itu, kanguru memerlukan bantuan dari ekornya untuk mengibas ke kiri dan ke kanan. Kanguru tidak dapat berjalan mundur dikarenakan struktur tubuhnya yang melengkung ke depan dan struktur ekornya yang berotot.

• Kantong Kanguru

Kanguru merupakan hewan mammalia yang berkantung, sehingga kanguru dimasukkan ke dalam ordo Marsupialia, fungsi kantong kanguru selain tempat menggendong anaknya adalah sebagai kandungan ke dua dan tempat letak dari putting susu. Karena di kantung itulah bayi kanguru tumbuh dan menyusu pada ibunya.

Terdapat empat macam puting dalam kantong induk kangguru. Dari ke empat putting tersebut memiliki ukuran dan bentuk yang sama namun mengandung jenis susu yang berbeda-beda sesuai keperluan bayi kanguru. Bayi kangguru yang baru lahir mengisap puting yang berisi susu dengan suhu dan jumlah lemak yang tepat bagi bayi baru lahir.

Tiga puting lainnya berisi air susu yang dibutuhkan oleh bayi kangguru yang lebih tua. Dalam beberapa minggu, bayi kangguru tersebut berhenti mengisap putingnya dan mengisap puting lain yang berisi air susu yang dipersiapkan untuk keperluannya. Saat ia bertambah umurnya, ia mengisap puting ketiga yang berisi air susu yang sesuai dengan keperluannya. Terkadang bayi kanguru yang sudah besar dan telah keluar dari kantong induknya pun sesekali dia kembali ke kantung ibunya untuk menyusu. Terkadang di dalam kantung tidak hanya satu bayi kanguru yang menyusu, bisa dua atau tiga dan di antara mereka tidak saling berebut jatah.

• Sistem Reproduksi

 Jantan

Terdiri atas testis, epididimis, vas deferens, dan penis. Vas deferens melewati bagian lateral dan posterior untuk kemudian bergabung dengan uretra. Kanguru jantan tidak memiliki vesikula seminalis, sehingga dalam siklus spermatogenesisnya, csperma yang dihasilkan tidak disimpan terlebih dahulu di kantung sperma melainkan langsung disalurkan. Kanguru memiliki saluran epididimisnya berukuran lebar dan memiliki testis yang juga lebar. Pada ujung penis kanguru, ditemukan sebuah percabangan dimana kedua cabang tersebut keduanya berfungsi untuk berkopulasi. Dalam sekali berkopulasi, kanguru jantan menghasilkan berjuta-juta sperma yang nantinya akan membuahi sel telur betina.

 Betina

Gambar di atas merupakan tipe-tipe uterus, uterus kanguru ditunjukkan pada gambar (a), Kanguru betina memiliki memiliki dua vagina yang keduanya terbuka secara eksternal melalui satu lubang tetapi membawa ke ruang terpisah pada uterus.

Masa kehamilan pada kanguru betina berkisar antara 18-38 hari tergantung spesiesnya, untuk spesies kanguru merah ( Macropus rufus ) mengalami masa kehamilan sekitar 33 hari. Kanguru betina berkopulasi saat bayi dalam kantungnya berganti puting susu, kanguru betina menghasilkan satu sel telur yang dibuahi oleh satu sel sperma, sel telur yang telah dibuahi tidak selalu langsung berkembang, sel telur tersebut memerlukan suhu yang minimum, oleh karena itu, sel telur dalam rahim kanguru akan dapat berkembang bila pada musim hujan. Namun jika kanguru tersebut berkopulasi saat musim hujan maka sel telur yang dibuahi tersebut akan langsung berkembang selama 33 hari.

Sistem reproduksi kanguru sangat berbeda dengan hewan lainnya. Embrio kanguru melewati beberapa tahap perkembangan di luar rahim, yang biasanya terjadi di dalam rahim.

Tidak lama setelah pembuahan, dilahirkan bayi kanguru yang buta, panjangnya satu sentimeter. Biasanya hanya seekor yang lahir. Pada tahap ini bayi kanguru disebut neonatus. Sementara embrio semua mamalia melewati tahap ini di dalam rahim induknya, anak kanguru lahir saat panjangnya baru satu sentimeter. Neonatus tersebut belum berkembang sempurna: kaki depan belum berbentuk, dan kaki belakang baru merupakan tonjolan kecil.

Dengan keadaan seperti itu, neonatus tentu tidak dapat meninggalkan induknya. Setelah keluar dari rahim, neonatus bergerak memanjat menggunakan kaki depan menyusuri bulu-bulu tubuh induk dan tiga menit kemudian tiba di kantong induknya. Kantong induk bagi neonatus sama dengan rahim bagi mamalia lain. Perbedaannya adalah pada mamalia lain anak terlahir dalam bentuk bayi, sedangkan kanguru masih berupa neonatus ketika keluar dari rahim. Kaki, muka, dan banyak organ lainnya belum terbentuk. Neonatus yang telah mencapai kantong, menempelkan dirinya ke salah satu dari empat puting susu dan mulai menyusu.

Pada tahap ini, induk kembali mengalami ovulasi dan sel telur terbentuk di dalam rahim. Betina sekali lagi berkopulasi dengan jantan sehingga sel telur dibuahi. Namun, sel telur yang dibuahi tidak segera berkembang. Bila wilayah Australia Tengah mengalami musim kemarau panjang, seperti yang sering terjadi, telur yang dibuahi tersebut tidak mengalami perkembangan sampai musim kemarau selesai. Tetapi bila musum hujan datang perkembangan sel telur kembali dimulai.

Apabila cuaca mendukung, 33 hari setelah pembuahan, neonatus baru yang sebesar biji kacang merah, merayap dari mulut rahim dan mencapai kantong induknya seperti yang dilakukan kakaknya. Sementara itu, neonatus pertama di dalam kantong telah mengalami pertumbuhan yang nyata. Ia tumbuh tanpa mengganggu adiknya yang panjangnya hanya satu sentimeter. Setelah berumur 190 hari, anak kanguru sudah cukup dewasa untuk keluar dari kantong induknya.Mulai saat itu, anak kanguru menghabiskan sebagian besar waktunya di luar kantong dan sepenuhnya meninggalkan kantong pada umur 235 hari. Tak lama sesudah kelahiran anak kedua, kanguru betina kembali berkopulasi, sehingga jumlah anak yang menggantungkan hidup pada induk adalah tiga ekor. Anak pertama sudah dapat makan rumput, namun kadang-kadang kembali ke kantong untuk menyusu; anak kedua masih berkembang dengan menyusu; anak ketiga, yang terkecil, masih dalam bentuk neonatus.

Yang mengejutkan adalah bahwa ketiga anak ini, yang berada dalam tahap perkembangan yang berbeda-beda dan bergantung pada induknya, masing-masing mendapatkan jenis air susu yang berbeda sesuai dengan tahap perkembangannya. Pada awal perkembangannya, anak mendapatkan susu yang bening dan tidak berwarna, kemudian susu berubah putih seperti air susu pada umumnya. Jumlah lemak dan zat kandungan lain juga bertambah sejalan dengan perkembangan anak. Sementara anak pertama mendapatkan susu yang sesuai dengan kebutuhannya, anak kedua mendapatkan susu yang lebih mudah dicerna pada puting susu yang lain. Dengan demikian, induk menghasilkan dua jenis susu sekaligus dengan kandungan zat yang berbeda. Ketika anak ketiga lahir, susu yang dihasilkan juga menjadi tiga jenis: bergizi tinggi untuk anak yang lebih tua, gizi dan lemak lebih rendah untuk anak yang lebih muda. Yang perlu diperhatikan adalah bahwa setiap anak mendapatkan puting susu yang khusus bagi dirinya. Karena, bila menghisap puting susu yang mengandung zat yang berbahaya baginya Susu tersebut bisa membahayakan dirinya.

• Perbedaan Metatheria ( mammalian berkantung ) dan Eutheria ( mammalian berplasenta ).

Pada Metetharia, hewan muda menyelesaikannya dalam marsupium (kantung pada tubuh betina). Ciri khasnya mempunyai sepasang tulang kantung yang berpaut pada panggul. Uterus dan vaginanya masing-masing berjumlah dua buah atau bertipe duplex. Tidak memiliki plasenta, di dalam uterus, telur yang dibuahi berkembang, lalu masuk ke dalam marsupium, tumbuh menjadi fetus dan menempel pada puting susu dengan mulutnya. Selain itu, kandungan ASI yang dimiliki pada hewan Metatheria tidak selalu sama di setiap putingnya, karena disesuaikan dengan usia janin yang berada dalam kantung tersebut. Sedangkan Pada Eutheria Merupakan mamalia berplasenta, hewan muda mendapat asupan nutrisi dari ibunya melalui plasenta yang melekat pada uterus, pertumbuhan dan perkembangan fetus juga di dalam uterus dengan masa kehamilan yang berbeda-beda sesuai spesies, rahim dan vagina berjumlah satu atau bertipe simplex.

Dari kedua gambar, kita dapat membedakan perbandingan antara uterus mammalia Metatheria dengan mammalian Eutheria, pada Eutheria hanya terdapat satu uterus, dalam uterus tersebutlah fetus berkembang sampai lahir menjadi bayi, sedangkan pada mammalia Metatheria uterus terbagi menjadi kiri dan kanan dan vagina juga terbagi menjadi dua bagian lateral dan media yang bermuara pada satu lubang.

E. Peranan

 Daging Kanguru

Walaupun belum banyak yang mengonsumsi daging kanguru, namun melalui penelitian daging kanguru memiliki nilai gizi yang lebih tinggi dibanding dengan sapi, kambing, dan ayam. Kandungan dalam daging kanguru antara lain: 24% protein, 2% lemak,

 Kulit kanguru

Kulit kanguru mempunyai harga jual yang tinggi karena dikenal unik, kulit kanguru biasa digunakan sebagai pengrajin dalam pembuatan karpet, alas duduk, topi, dan selimut.